Ditulis tanggal : 09 - 09 - 2011 | 14:32:42

Studi keislaman dewasa ini masih dihadapkan pada tantangan yang sama dengan yang dihadapinya pada era kebangkitan Islam modern. Yaitu bagaimana seharusnya kita memahami Islam agar compatible dengan modernitas? Berbagai pendekatan baru pun dilakukan dan tren-tren baru pemikiran Islam bermunculan.   Pertanyaannya adalah apakah framework studi itu sudah sejalan dengan paradigma keislaman yang genuine? Apakah proyek pemikiran Islam kontemporer betul sedang membangun kembali peradaban Islam yang adiluhung, seperti yang sudah diraih dalam sejarahnya, ataukah justru –sadar atau tidak- sedang menyubordinasikan Islam ke dalam peradaban global?   Kebangkitan Islam Modern: Akar hubungan antara pemikiran Islam dengan imperialisme Barat bisa dilacak dari era ketika Barat menguasai dunia



Ditulis tanggal : 21 - 08 - 2011 | 15:16:10

  Islam adalah agama yang universal, Islam telah memiliki prinsip-prinsip ataupun ajaran-ajaran yang menata segala aspek kehidupan, yang semuanya itu bila dilaksanakan akan menciptakan sebuah tatanan sosial yang baik, menciptakan masyarakat aman, tenteram dan sejahtera. Masyarakat merupakan kumpulan dari berbagai macam individu-individu yang memiliki banyak keberagaman dalam berbagai hal. Untuk menciptakan masyarakat yang baik maka dibutuhkan individu-individu yang baik pula, untuk menciptakan individu-individu yang baik pula maka dibutuhkan dakwah sebagai sarana dalam pembentukan watak dan akhlakul karimah, yang harus dimiliki oleh setiap orang.    Pembentukan Watak dan Akhlak       Da’wah menurut Islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan



Ditulis tanggal : 15 - 08 - 2011 | 15:18:39

   Berdasarkan hasil temuan United Nations Development Programme (UNDP) tentang minat baca masyarakat negara-negara di dunia, Indonesia menempati peringkat ke 96, sejajar dengan Bahrain, Malta dan Suriname. Untuk Asia Tenggara, hanya ada dua negara dengan peringkat di bawah Indonesia, yakni Kamboja dan Laos, masing-masing berada di urutan angka seratus. Apapun alasannya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan bagi sebuah bangsa yang mengklaim sebagai bangsa yang besar dan beradab.     Melihat kondisi tersebut, Forum Lingkar Pena (FLP), yang merupakan sebuah organisasi kepenulisan dan pengkaderan penulis, mencoba melakukan upaya konkret untuk menumbuhkan minat baca masyarakat dengan mendirikan sebuah Rumah Baca yang bernama RUMAH CAHAYA, yang



<< | < | 1 | > | >>