Ditulis tanggal : 19 - 08 - 2011 | 16:13:31

Syekh Ali at-Thantawi, “Jangan sekali-sekali meremehkan perasaan, sebab manusia menjadi manusia dengan perasaannya. Ia adalah tempat persinggahan paling suci di dunia ini: iman dan cinta”Hal yang mengharu-biru dunia kecil dan dunia besar ini sesungguhnya adalah persoalan Cinta. Demikian pesan yang ingin disampaikan Hamka dalam novel “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Tetapi Cinta seperti apa? Cinta untuk siapa? Cinta dengan makna bagaimana?Pembahasan tentang cinta dalam Al-Qur’an dan hadits begitu banyak, bahkan Al-Qur’an adalah kitab yang bertabur kisah cinta. Cinta antara Adam dan Hawa, cinta antara Yusuf dan Zulaikha, hingga dalamnya cinta Ibrahim kepada putranya Ismail, dalam shirah Nabawiyah Rasulullah Muhammad SAW adalah



Ditulis tanggal : 08 - 08 - 2011 | 15:34:41

”Kata adalah sepotong hati” kata Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi, pemikir dan pemimpin pergerakan Islam di India. ”Kata adalah senjata” kata Subcomandante Marcos pemimpin EZLN Tentara Pembebasan Nasional Zapatista sebuah gerakan perlawanan petani adat di negara bagian Chiapas Meksiko Tenggara, seorang pejuang yang selalu membawa-bawa setumpuk novel dan puisi di dalam ranselnya. ”Kata adalah Jendela” kata dia, seorang gadis kecil sebelas tahun yang terpesona pada kata ”lazuardi”. Apa itu artinya? tanyanya. Lalu dengan keheranannya yang dibawanya, ia menulis puisi dengan kata-kata itu. Lalu ia menemukan gairah, ketenangan, bahkan kedamaian ketika mengukir kata-kata pada kertas putih dalam buku hariannya. Ia membaca kata,



<< | < | 1 | > | >>