Ditulis tanggal : 23 - 10 - 2013 | 14:05:11

Oleh Azzura Dayana*   Sebagian penulis bisa menciptakan karya mereka di sela-sela kesibukan. Sebagian lagi hanya bisa menuangkan ide kreatifnya di waktu yang khusus atau bahkan di tempat yang khusus pula. Yang lainnya bisa berbeda lagi, yakni mereka bisa menulis kapan saja dan di mana saja, baik dalam keadaan sibuk atau senggang. Baik dalam keadaan susah atau pun senang. :-) Apa pun itu, menulis tetap saja adalah aktivitas berpikir. Dan dikarenakan demikian, maka para pemikir inilah yang menentukan kapan, di mana, dan bagaimana mereka akan ‘berpikir’ sesuai dengan kebiasaan dan kenyamanan masing-masing. Untuk memudahkan penyebutan tiga jenis penulis dengan kebiasaan menulis mereka seperti yang



Ditulis tanggal : 13 - 11 - 2011 | 14:10:52

Cari cara untuk selalu mencatat setiap ide menarik Temukan bentuk tulisan. Apakah akan dibuat dari A-Z alurnya linear biasa. Atau dimulai dari klimaks, bahkan akhir cerita Buat outline sederhana bagaimana tulisan akan bergerak. Bukan keharusan tapi akan sangat membantu bagi pemula Buat opening yang memikat. Hindari lead cerita yang biasa-biasa aja. Be creative! Beri nyawa pada tokoh-tokohmu. Garap setting (waktu/tempat) untuk memperkuat cerita. Beri warna lokal sesuai kebutuhan Kenapa sebuah cerita hambar atau terasa monoton, karena tidak ada konflik/konflik tidak tergarap! Perhatikan konflikmu Olah setiap unsur cerita dengan sabar. Beri perhatian pada detail yang harus dimunculkan agar logika cerita mantap Hindari kebetulan dalam cerita, kecuali bisa dipertanggungjawabkan. Khususnya



Ditulis tanggal : 31 - 10 - 2011 | 09:01:43

"Kekuatan ilmu terletak pada bagaimana kita berbagi" Alkisah seorang pangeran bernama Narciscus sangat mengagumi ketampanannya. Sang pangeran suka berlama-lama di sebuah telaga. Pada suatu ketika, dia melihat bayangan wajah tampannya di telaga itu. Menangislah ia, kemudian menyadari tentang kekuatan yang maha dasyat dibalik ketampanannya. Berawal dari kisah itulah muncul kata narcis yang kini akrab ditelinga kita, khususnya para blogger. Dalam perkembangannya, narcis diartikan terlalu membanggakan diri sendiri, terlalu percaya diri yang berlebihan. Suka menampakkan sisi yang dirasa menonjol kepada orang lain. Padahal kalau kita mau mencermati kisah Narciscus, kita akan menyadari setiap apa yang kita kerjakan. Menyadari bahwa manusia hanyalah sebutir pasir di



Ditulis tanggal : 04 - 10 - 2011 | 21:32:25

“Kini ada simbol Mercy di perut saya...“ SEBARIS KALIMAT itu tertulis pada sampul depan buku Ganti Hati (JP BOOKS, 2007). Buku yang berisi catatan harian Pak Dahlan Iskan (sebagai CEO Grup Jawa Pos–sekarang CEO PLN) ketika menjalani transplantasi liver di Rumah Sakit Di Yi Zhong Xin Yi Yuan, Kota Tianjin, Tiongkok. Membaca buku Pak Dahlan Iskan membuat saya sadar akan keteguhan prinsip dalam kehidupan. Sebuah kisah perjuangan juragan koran asal Magetan, Jawa Timur, saat bertahan hidup dari ancaman penyakit kanker hati yang mematikan. Bersama tim yang dibentuknya, Pak Dahlan Iskan mencoba hidup rasional diantara dua pilihan: menderita sirosis dengan terus menjalani kemoterapi



Ditulis tanggal : 23 - 09 - 2011 | 20:26:22

Delapan novel telah saya tulis: Louisiana Louisiana (2003), Rakkaustarina (2004), Fetussaga (2005)-ketiganya diterbitkan Grasindo, lalu Epigram (2006), Dong Mu (2007) keduanya diterbitkan GPU, lalu Opik Sok Cool, nih! (Mizania, 2008) dan dua novel adaptasi dari film (Tarix Jabrix 2 dan Get Married 2, 2009), ditambah satu buku non-fiksi Pengantar Desain Mebel (Kiblat, Bandung). Tulisan lain berupa artikel desain atau kebudayaan dimuat di koran. Artikel ini kompensasi saya karena merasa tidak bisa membuat cerpen. Di setiap acara ngobrol soal novel, selalu ada yang tanya bagaimana membuat novel. Jawaban standar saya, ya ketik saja, karena cara saya memang begitu. Ketik saja. Nanti



Ditulis tanggal : 17 - 09 - 2011 | 06:09:25

  Apa yang anda perhatikan terlebih dahulu ketika akan membeli buku? Dari judul yang menarik, cover yang unik, atau nama penulisnya?   Hasrat orang untuk membeli sebuah buku memang melalui pertimbangan yang berbeda-beda. Ada yang dari judul, cover, penulis, endorsement, harga dan lain sebagainya. Kalau saya, biasanya yang menjadi patokan untuk membeli buku, pertama kali yang saya utamakan adalah judul buku, sinopsis, setelah itu penulisnya.   Untuk penulis yang belum saya kenal secara baik background-nya pasti akan langsung saya baca di lampiran profilnya. Dari pertimbangan judul yang menarik, sinopsis yang menggambarkan isi cukup berbobot, semua itu akan tereksekusi apakah akan jadi saya beli atau tidak



Ditulis tanggal : 11 - 09 - 2011 | 01:44:51

  Pembuatan sebuah film harus direncanakan sematang mungkin. Salah satu bagian dari produksi film yang terpenting adalah penulisan skenario. Skenario termasuk unsur yang dibutuhkan paling awal sebagai rancangan membuat film. Ketika sebuah skenario telah selesai, maka sebenarnya film telah selesai dibuat pula dalam bentuk tertulis. Lantas bagaimana cara menulis skenario? Berikut ini akan dipaparkan teknik menulis skenario yang diambil dari beberapa sumber di internet.   IDE CERITA Oke, mungkin yang pertama ingin diketahui oleh orang yang ingin membuat skenario untuk film adalah langkah pertama. Apa sih yang paling pertama dilakukan dalam membuat skenario? Yap, the first step is IDE CERITA. Ide cerita yang



Ditulis tanggal : 10 - 09 - 2011 | 02:07:36

1. Tulisan esai biasanya enak dibaca. Maka buatlah yang enak dibaca oleh diri sendiri dan yg lain. 2. Perspektif baru. Ide tulisan pastinya banyak. Kita bisa menulis tentang apa saja. Tapi, usahakan ada yg segar dan baru di situ. 3. Buka dengan enak. Bukalah tulisan dengan sesuatu yg enak. Bisa dari kutipan, cerita-cerita, atau sekadar pengalaman pribadi--tapi, namanya juga pembuka, jangan kebanyakan. 4. Diksi (pilihan kata). Tidak semua yg kita tahu harus disampaikan, jadi pilih yang penting-penting atau yg enak-enak saja di tulisan itu. Seperti juga lazimnya proses jadi penulis, maka kita perlu mengamalkan amalan-amalan ini: 1. Banyakbanyak membaca. Baca buku yang paling bagus dulu.



<< | < | 1 |2 | > | >>